-->

Kisah Inspiratif Perjalanan Sukses Band Wali



Kisah Inspiratif Perjalanan Sukses Band Wali ~ Malam kota Majenang nampak semarak, cahaya lampu berkelap-kelip memancar sangat terang kemudian memendar berganti warna dan kemudian memancar lagi dengan sangat terang. Langit kota Majenang menjadi tampak terang dengan kelebatan cahaya yang muncul dari sebuah panggung hiburan di alun-alun Majenang.

Konser Band Wali Bersama Bapak Bupati H. Tato Suwarto Pamuji atau lebih akrab dikenal sebagai bapak Tato yang telah membuat suasana kota Majenang pada malam hari sangat berbeda. Alun-alun kota Majenang mendadak di penuhi ribuan manusia dari segala umur, tak terkecuali balita pun ikut memadati alun-alun meskipun berada di gendongan ayah atau ibunya. Jalanan mendadak menjadi macet, gang-gang kecil yang biasanya sepi mendadak ramai dengan hilir mudik manusia yang menuju alun-alun Majenang.

Sayapun tak ketinggalan untuk ikut berperan serta memadati alun-alun dengan mebawa seluruh anggota keluarga yang berjumlah 4 orang. Saya, suami, dan dua anak saya. Namun apa boleh buat, namnaya juga nonton membawa anak-anak apalagi anak pertama saya kurang suka dengan tempat keramaian, akhirnya dia merengek minta pulang padahal band wali belum tampil satu lagupun.

Hmmmm..... saya gak terusin cerita konser band wali di kota majenang deh, tapi saya akan bahas kisah inspiratir di balik perjalanan menuju suksesnya band Wali. Nah tulisan di bawah ini adalah catatan dari band Wali, silakan membacanya dan semoga bisa mengambil inspirasi dari apa yang kita baca.

Musik…Secerca Harapan dan Impian Kami. Sebuah kata yang tak asing lagi ditelinga kita, sebuah kata yang mungkin sudah menjadi keseharian kita baik itu mendengar atau menyebutkan kata musik dan tidak sedikit yang mengerti tentang musik, bahkan musik terkadang menjadi sebuah sumber inspirasi bagi kita disaat kita sedang senang, sedih, gembira dan jatuh cinta sekalipun, bahkan dengan alunan-alunan musik itu sendiri juga bisa menjadi sebuah motivator buat kita.

Beranjak dari pola fikir seperti itulah maka kami memiliki sebuah impian untuk dapat eksis berkarya di blantika musik Indonesia dan mancanegara. Walaupun kami semua sadar bahwasanya proses yang akan kami lalui tidaklah mudah dan serta banyak sekali rintangan yang akan kami lalui diperjalanan karir kami, tetapi semua itu tidak menyurutkan motivasi dan semangat kami untuk terus berjuang demi menghasilkan karya-karya yang terbaik di blantika musik.

Berdasarkan semangat itulah pada tanggal 31 oktober 1999 terbentuklah sebuah grup musik W A L I yang sebelumnya bernama FIERA, dengan personel Faank (Vocal), Tomi (Drum), Endang (Bass), Raden (Guitar II), dan, Apoy (Guitar I). FIERA menjadi sebuah komunitas yang kerap kali menghadirkan nafas tak hanya untuk berkesenian tapi perlahan dan pasti untuk terus dan terus memahami kehidupan. Sebab kesenian hanya bagian kecil dari kehidupan. Tapi tanpa kesenian sepertinya ada yang tidak hidup dalam kehidupan tersebut. FIERA terus melewati berbagai perubahan pemahaman dan keinginan baik secara institusi maupun personal.

Ada yang pergi dan ada yang datang. Pada tahun 2007 awal, Endang dan Raden akhirnya tak dapat bergabung lagi bersama FIERA karena kesibukan masing-masing. Sebuah pukulan telak adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi FIERA saat itu. Entah apa yang harus Fiera lakukan, tapi kami percaya semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya, Fiera harus tetap tegak berdiri, karena FIERA adalah pohon kehidupan yang harus tetap tegak tumbuh dan merindangi lainnya. Ada sedikit perdebatan tentang posisi gitar 2, akankah harus tetap mencari pemain gitar lainnya atau dengan pergantian instrument…? dengan segala efesiensi, perdebatan itu diakhir dengan opsi pergantian instrument, yaitu tidak ada gitar 2 melainkan keyboard synthetizer untuk mempertebal harmonisasi lagu. Pilihan Fiera jatuh pada Ovie yang tak lain adalah keyboardist pengiring untuk sebuah paduan suara yang ada di kampus UIN Jakarta.

Layaknya pengantin baru… kami mencoba saling memahami dan mengerti satu sama lain. Dan pada kesempatan yang sama juga kami mencoba meng-upgrade bersama daya juang kami. Tak tanggung-tanggung nama band inipun akhirnya kami sepakati untuk dirubah menjadi WALI band yang digawangi oleh Faank (Vocal), Apoy (Guitar/songs Writer), Tomi (Drum), & Ovie (Keyboard & Synt).
Gayung bersambut, pada pertengahan tahun 2007 bersama manajer kami (Adzee) dan Positif Art management, kami mendapatkan kesempatan memasuki realita dunia rekaman bersama salah satu Major Label NAGASWARA.
Semoga karya-karya kami dapat diterima oleh semua kalangan, itupun menjadi sebuah harapan besar bagi kami agar karya-karya kami dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Background History Nama Band Wali

WALI adalah berasal dari kata yang amat memasyarakat yang berarti wakil. Mengapa dinamakan WALI,? karena salah satunya selain nama tersebut sangat mudah diucapkan oleh semua orang, sisi lainnya adalah kami (group WALI) dengan segala keterbatasan yang ada, berharap bisa mewakili segenap perasaan dan curahan hati manusia…tapi bila ada yang mengaitkan kami dengan WALI SONGO anggap saja BUY ONE GET ONE FREE…siapa yang tidak menginginkan hidup ini lebih dan lebih baik….semoga WALI band dan kita semua…!!! Jenis/aliran musik “LOCAL POP CREATIVE”

Penghargaan Yang Diraih Band Wali

Alhamdulillah perhargaan demi penghargaan Wali peroleh, buah dari kerja keras serta dedikasi penuh terhadap belantikan musik Indonesia dan bahkan telah merambah ke pasar musik mancanegara. Berbagai macam kategori penghargaan Wali peroleh, mulai dari Rekor Download RBT Terbanyak se-dunia, Lagu Terfavorit, sampai dengan Band Of The Year, dan masih banyak lagi…