-->

Kisah Inspiratif Pembuat Rumah Boneka

Kisah Inspiratif Pembuat Rumah Boneka ~ Alhamdulillah di bulan suci Romadhon 1435 H ini saya mendapatkan spirit baru dari sebuah kisah yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk lebih baik. Tadi malam 6 Juli 2014 di Indosiar dalam acara TheTerongShow dalam sebuah segmen TheTerongspirasi didatangkan seorang tamu istimewa untuk untuk dijadikan inspirasi bagi seluruh pemirsa Indosiar termasuk saya.

Beliau adalah Rofik bapak 1 anak dan 1 istri yang memiliki usaha kerajinan rumah boneka. Dalam sehari bisa membuat antara 25 - 30 rumah boneka berbagai ukuran yang siap dipasarkan. Awalnya semua itu dia kerjakan sendiri, namun saat ini dia sudah memiliki beberapa karyawan bahkan ada karyawan yang sudah mandiri mendirikan usaha sendiri seperti beliau.

Apa yang istimewa dari usahanya ini? Kalau kita hanya membaca paragraf kedua di atas maka tidak akan menemukan sebuah keistimewaan karena semua orang mungkin bisa mengerjakan itu. Yang istimewa adalah dari kepribadian seorang Bapak Rofik sang pemiliki usaha tersebut.

Beliu adalah seorang (mohon maaf) cacat dengan hanya memiliki satu kaki, itupun tidak bisa dijadikan untuk menopang tubuhnya agar bisa berdiri. Berawal dari kecelakaan motor yang dialaminya saat remaja, yaitu saat dia masih di bangku SMP yang mengakibatkan dia kehilangan satu kali dan difonis lumpuh total dan permanen.

Sebagai anak remaja yang sedang asyik-asyiknya bermain tentu itu membuat dia sanga down bahkan hampir putus asa. Tapi itu semua tidak berjalan lama. Kebetulan saat di rumah sakit tidak hanya diobati secara fisik tapi juga direhabilitasi secara kejiwaan. Sehingga muncul spirit baru.

"Dibalik kekurangan yang saya terima, pasti Allah menitipkan kelebihan" Inilah kata beliah ketika ditanya apa yang membuat dia kembali bangkit dari jiwa yang down. Ini sungguh luar biasa, dari keyakinannya itu kemudian Allah mengirimkan orang-orang ekspatriat kepada beliau untuk meminta dibuatkan sebuah rumah boneka. Pada waktu itu dia sangat tidak tahu bagaimana cara membuatnya, karena memang di Indonesia belum ada. Kemudian orang-orang asing itu memberikan gambaran tentang rumah boneka, mulai dari cara pengerjaan sampai bahan dan tingkat keamanan untuk anak-anak yang memainkannya.

Inilah yang menjadi jalan kebangikatannya. Dengan semangat hidupnya, dia mencoba membuat rumah boneka dan hasilnya sangat memuaskan. Orang asing yang tinggal di Indonesia sangat puas dengan rumah boneka hasil pengerjaannya.

Seiring berjalannya waktu, informasi dari mulut ke mulut. Yang tadinya pembelinya hanya orang-orang ekspatriat, mulai ada pembeli orang-orang Indonesia. Usahanyapun semakin berkembang sampai memiliki showroom sendiri. Ada yang menarik lagi dari prinsip hidup beliau, yaitu dia akan mengerjakan rumah boneka itu dengan sangat baik (sempurna), dan dia tidak akan menjualnya kalau menurut dia rumah bonek itu belum sempurna. Hal ini terbukti, ketika sampel rumah boneka yang ia bawa ke Indosiar akan dibeli oleh seseorang, dia mengatakan "saya tidak akan menjualnya, karena rumah boneka ini belum sempurna".

Selain seorang yang prefecsionis dia juga orang yang menjunjung tinggi harga diri. Dia orang yang tidak ingin dikasihani, tapi ingin diharga melalui sebuah karya. Ketika di tanya "apakah pernah ada orang yang membeli rumah boneka bapak karena merasa kasihan dengan kondisi fisik bapak?" dia menjawab dengan senyum simpul "belum pernah, dan saya tidak akan menjualnya"

Ya, memang hampir tidak akan ada orang yang membeli produknya hanya karena merasa kasihan. Karena selain kualitas produk yang sangat baik (standar orang luar negeri) dia juga memasarkan produknya secara online. Jadi orang hanya melihat barangnya tanpa melihat bentuk orang yang membuat dan menjualnya. Yang dilakukan setiap hari hanya menerima transfer dan kemudian mengirim barang kepada pembeli tersebut.

Hmmm..... sungguh sangat menginsprasi sekaligus memotivasi. Setidaknya itu untuk diri saya sendiri. Bagaimana dia seorang yang memiliki kekurang secara fisik bisa berkarya dan tidak mau kalah dengan persaingan hidup serta tidak mau menerima belas kasihan, lalau bagaimana denagn saya yang alhamdulillah masih diberikan kesempurnaan secara fisik. Artikel ini akan saya tutup dengan kata motivasi dari beliau ucapkan yaitu "hidup ini harus tetap bergerak, terus berkreatifitas, tanpa kreatifitas maka kita akan ditinggalkan oleh kehidupan"

Bagi anda yang tertarik dengan produk beliau, silakan langsung berkunjung ke www.rumahbarbie.com