Memaknai Hari Raya Kurban

Memaknai Hari Raya Kurban ~ Hari raya  kurban atau idul adha adalah syariat islam yang diwarisi dari Nabi Ibrahim a.s. Hari raya kurban merupakan refleksi sejarah pengorbanan Ismail a.s (putra Ibrahin a.s) yang merelakan dirinya dijadikan kurban oleh ayahnya atas perintah Allah SWT.

Pada masa kini, seluruh umat islam yang mampu disyariatkan utuk berkurban berupa hewan seperti kambing dan sapi yang kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada kaum fakir dan miskin.

Belajar dari sejarah hari raya kurban dan pelaksanaannya saat ini, maka kita memaknai hari raya kurban itu sebagai berikut :
1. Kesungguhan dan Totalitas
Ketika seorang manusia mengikrarkan dirinya sebagai hamba Allah SWT, maka dia harus secara total melakukan penghambaan. Apapun perintah Allah SWT maka harus dijalankan dengan penuh kerelaan dan penuh kepatuhan. Pun demikian ketika menjauhi larangan-Nya, maka harus secara totalitas dan penuh ketaatan.

2. Kebijaksanaan dan Musyawarah
Kita tahu, bahwa sebelum Nabi Ibrahim menjalankan niatnya mengurbakan anaknya, terlebih dahulu dia menyampaikan tentang perintah Allah SWT yang dia terima melalui mimpinya kepada istri dan anaknya. Dia meminta pendapat anak dan istrinya. Ini pulalah yang harus dilakukan kita dalam kehidupan sehari-hari zaman kini, ketika mendapatkan sebuah masalah maka bermusyawarahlah. Meskipun kita tahu itu adalah hal yang baik, tapi kalau dimusyawarahkan akan menjadi lebih baik.

3. Keikhlasan dan Kesabaran
Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan tentang perintah Allah SWT kepada anaknya (Ismail), maka Ismail menjawab, laksanakanlah jika itu memang perintah Allah, Insya Allah engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar. Ini sungguh seuatu teladan dari seorang anak yang luar biasa.

4. Keteguhan Hati
Pada saat Ibrahim a.s akan melaksanakan niatnya menyembelih anaknya, setan terus membujuk agar mengurungkan niatnya. Namuh hati ayah dan anak tersebut tetap teguh tidak tergoyahkan. Hal ini memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa ketika kita memiliki sebuah niat atau tujuan maka haruslah dengan keteguhan hati. Jangan mudah tergoyahkan dan berpaling.

5. Cinta Kasih dan Berbagi
Akhir dari prosesi kurban adalah pembagian daging kurban kepada para kaum fakir dan miskin. Inti atau hakikat dari prosesi ini adalah cinta kasih terhadap sesama manusia. Kemauan untuk berbagi sebaiknya tidak hanya pada momen idul kurban saja, tapi dalam keseharian harus bisa tetap berbagai dengan sesama.

4 Responses to "Memaknai Hari Raya Kurban"

  1. kurban adalah simbol ketaan kepada sang Pencipta, karena tidak semua orang mampu melaksanakannya meskipun sebenarnya dia bisa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali, ketaatan dengan totalitas terkadang malah membuat yang kelihatan tidak berdaya menjadi kuasa untuk berkorban

      Hapus
  2. selamat hari raya iduh adha yaah mbak mohon maaf lahir dan batin dan salam kenall dari Cinta Teknologi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga dan selamat hari raya idul adha

      Hapus