-->

Ada Pelajaran Berharga di Sebutir Berlian



Ada Pelajaran Berharga di Sebutir Berlian ~ Berlian? Siapa yang tidak tahu berlian, dan siapa yang tidak mau kalau dikasih berlian. Ya, batu berharga ini sangat disukai oleh manusia khususnya kaum hawa. Selain bentuknya yang indah, harganya yang mahal juga memiliki sifat yang sangat keras.

Namun tahukan anda bahwa berlian asal mulanya juga sama seperti bebatuan lainnya. Tidak disuaki oleh banyak manusian dan tidak memiliki warna yang sangat menawan. Berlian terbentuk dari karbon yang juga sebagai bahan pembentuk batu bara. Yang namanya karbon tentu berwarna hitam legam sama sekali tidak menarik bukan. Lalu karena karbon tersebut terpendam di kedalaman bumi dengan tekanan yang sangat kuat dan terus mendapatkan suhu yang panas secara terus menerus lam waktu berabad-abad maka terbentuklah batu berlian yang sekarang menjadi banyak buruan orang.

Kini setelah terbentuk menjadi berlian, selain menjadi barang yang berharga maka ketika bercampur dengan apapun dia tetaplah berlian. Bahkan ketika bercampur dengan kotoran sekalipun, maka berlian tetaplah berlian dan tidak mengurangi sama sekali akan harganya.

Nah dari sini kita bisa mengambil pelajaran yang berharga. Bahwa untuk menjadi orang yang berharga, untuk menjadi orang yang sukses, untuk menjadi orang yang mulia memerlukan waktu dan berbagai tempaan kehidupan. Kerasnya dunia, ragamnya masalah, hinaan, cacian, cibiran kalau kita mampu menyikapi dan melaluinya maka itulah yang akan membentuk kita menjadi berlian yang berharga. Maka ketika ada ujian, cobaan, rintangan, bersyukurlah, itu artinya Tuhan sedang membentuk kita menjadi sebuah berlian berharga.

Setelah menjadi orang yang berharga dan dimulaian Tuhan maka sejuta atau bahkan seisi dunia menghinakan kita, maka kita akan tetap mulia. Ketika kita bergaul dengan siapapun, bahkan bergaul dengan "para pendosa" maka itu tidak akan mengurangi kemuliaan kita, akan tetapi itu akan lebih menambah nilai kemuliaan kita di sisi Tuhan. Karena keberadaan kita ditengah-tengah para pendosa, tentu bukan untuk menjadi pendosa, tapi untuk mengulurkan tangan penuh kasih pada mereka.